Dele Alli Kena Sanksi Akibat Lelucon Virus Corona

Lagi-lagi salah satu pemain bola dunia kena batunya karena bercanda di media sosial. Kali ini, pemain Tottenham Hotspur, Dele Alli, yang harus berurusan dengan Federasi Sepak Bola Inggris (FA) akibat lelucon yang dibuatnya mengenai Virus Corona.

Dalam video Snapchat yang dibuatnya, tampak Dele Alli menggunakan masker di sebuah bandara. Dalam video ia menuliskan keterangan,”Apa Corona, mari dengarkan percakapan (orang Asia) dengan menaikkan volume.” Kemudian, video mengarah ke salah satu orang Asia yang ada di ruangan tersebut sambil mengambil botol anti-septik. Video ini pun langsung dihujani banyak komentar pedas oleh Nitijen karena dianggap rasis dan memperolok-olok virus Corona yang kini menjadi pusat perhatian dunia.

FA pun langsung menyelidiki kasus ini dan berencana memberikan sanki terhadap pemain gelandang serang ini. Menurut FA, Dele Alli sudah melanggar aturan FA pasal E3 ayat 1. Dalam pasal tersebut disebutkan bahwa pemain bola di Liga Inggris dilarang membuat unggahan di media sosial yang tidak pantas atau membawa keburukan. Selain itu, ada juga pasal E3 ayat 2 yang membayangi Dele Alli. Pasal ini berisi mengenai pemain dilarang menyinggung asal etnis, warna, ras, kebangsaan, iman, gender, orientasi seksual hingga disabilitas.

Dele Alli pun sudah menghapus postingan tersebut dan membuat video permintaan maaf. Sayangnya, hal tersebut tidak berpengaruh banyak pada sanksi yang akan diterimanya kelak. Sebagai catatan, FA pernah memberi hukuman kepada Bernardo Silva karena cuitan rasis pada rekan setimnya. Jika FA resmi menjatuhkan sanksi, pemain ini akan tidak bisa membela Tottenham Hotspur pada beberapa laga dan harus membayar denda.

Virus corona memang terus menyebar hingga saat ini. Dikutip dari laman AFP, jumlah kasus meninggal dunia akibat virus ini bertambah 97 Jiwa dengan total korban 908 jiwa yang sudah meninggal. Kasus kematian terbanyak menimpa provinsi Hubei, Cina yakni 91 orang dalam 24 jam terakhir. Hingga saat ini WHO dan sejumlah negara berupaya keras menemukan obat virus ini.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*