Ole Gunnar Solskjaer Kritik Lini Depan Manchester United

Ole Gunnar Solskjaer beri kritik ke lini depan timnya
BELGRADE, SERBIA - OCTOBER 24: manager Ole Gunnar Solskjaer (L) of Manchester United celebrate with Anthony Martial (C) and Marcus Rashford (R) after the UEFA Europa League group L match between Partizan and Manchester United at Partizan Stadium on October 24, 2019 in Belgrade, Serbia. (Photo by Srdjan Stevanovic/Getty Images)

Manchester United mendapatkan kemenangan 1-0 atas Partizan Belgrade dalam laga ketiga Grup L Liga Europa 2019/20. Gol Anthony Martial dari titik putih memberikan kemenangan di Partizan Arena pada Kamis (24/10). Kemenangan ini membuat mereka naik ke puncak klasemen sementara grup tersebut.

Ole Gunnar Solskjaer tetap melihat timnya kesulitan untuk mencetak gol dari permainan terbuka. Tim Inggris tersebut mengalami kesulitan untuk menciptakan peluang sepanjang berlangsungnya pertandingan, dan hanya dapat mencetak gol dari titik penalti. Permasalahan ini sudah mereka rasakan sejak awal musim. Ini juga menjadi salah satu faktor yang membuat mereka berada di peringkat ke-13 klasemen sementara Premier League 2019/20.

Solskjaer bahkan memasukkan Daniel James dan Marcus Rashford pada menit ke-60. Martial dan Aaron Wan-Bissaka digantikan dengan harapan bahwa Man United dapat meningkatkan tekanan mereka di lini depan dan dapat menciptakan tambahan peluang dari serangan balik. Namun masuknya kedua pemain itu nampak tidak dapat memberikan perubahan yang signifikan terhadap permainan mereka.

Meskipun mendapatkan kemenangan yang meningkatkan peluang mereka lolos ke babak 32 besar, Solskjaer tetap menyoroti aspek tersebut. Manajer asal Norwegia itu menganggap bahwa timnya memiliki kekurangan dari para pemainnya di lini depan terkait tekanan yang diberikan kepada pertahanan lawan mereka. Solskjaer tidak ingin agar timnya hanya memiliki kualitas bertahan di daerah pertahanan mereka sendiri.

“Pada babak kedua saya rasa kami menjalani fase pertahanan dengan memuaskan, terutama di daerah pertahanan kami sendiri. Partizan bermain dengan baik pada babak kedua, terus menekan pertahanan kami dan membuat kami tidak dapat berbuat banyak. Saya tidak senang dengan bagaimana kami tidak dapat menekan mereka di daerah pertahanan mereka sendiri.”

“Menurut saya faktor itu menjadi salah satu kekuatan terbesar kami musim ini, tetapi itu tidak terlihat pada babak kedua. Hal ini harus segera diperbaiki karena kami tidak ingin menjadi tim yang hanya dapat bertahan di daerah pertahanan kami sendiri,” ujar Ole Gunnar Solskjaer dalam konferensi pers yang dikutip dari Evening Standard.

Kemenangan ini membuat Man United mendapatkan hasil maksimal dalam laga tandang untuk pertama kalinya sejak 6 Maret 2019, saat mereka mengalahkan Paris Saint-Germain dalam babak 16 besar Liga Champions.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*