Pemerintah Jerman Akan Rancang UU untuk Bantu Proses Visa Pemain E-Sports Profesional

LEC Jerman E-Sports

Pemerintah Jerman tidak luput memantau perkembangan E-Sports di seluruh dunia yang berlangsung dengan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai turnamen yang diadakan dengan menggunakan berbagai gim sudah diadakan di seluruh dunia dengan total hadiah yang terus meningkat. Keadaan ini mendorong perkembangan tim profesional dalam cabang olahraga E-Sports.

Berbagai turnamen yang diadakan di berbagai negara di dunia, dengan adanya atlet internasional layaknya olahraga lain secara umum, dapat membuat adanya isu ketika atlet yang bersangkutan perlu mengurus visa. Atlet tersebut tidak dapat menggunakan visa kunjungan semata karena mereka datang ke sebuah negara untuk melakukan pekerjaan.

Keadaan ini membuat Kementerian Tenaga Kerja dan Sosial Jerman mengambil langkah untuk menyelesaikan masalah tersebut. Mereka sedang menyusun Undang-Undang yang akan memudahkan atlet e-sports untuk mendapatkan visa bagi pemain e-sports profesional dari luar Uni Eropa agar dapat menetap dan bekerja di Jerman.

Baca Juga: Dwane Casey Tidak Ingin Blake Griffin Kembali Cedera di Detroit Pistons

“Regulasi visa saat ini menghalangi perkembangan e-sports profesional di seluruh Eropa. Tim dan penyelenggara turnamen mengalami kesulitan untuk mendatangkan pemain-pemain dari negara yang berada di luar Uni Eropa untuk negara mereka masing-masing. Rencana dari pemerintah Jerman akan mengirimkan sinyal kuat ke negara lain dan membuka kemungkinan bagi negara lain untuk melakukan studi banding,” ungkap Hans Jagnow, presiden Federasi E-Sports Jerman (ESBD), dalam pernyataan yang dikutip dari The Esports Observer.

Jerman juga sedang merasakan dampak dari popularitas beberapa gim yang mendunia seperti League of Legends (LoL) dan PlayerUnknown Battlegrounds (PUBG). Kedua gim itu memiliki turnamen yang besar di Eropa yaitu League of Legends European Championship (LEC) dan PlayerUnknown Battlegrounds Europe League (PEL).

Walau akan merancang legislasi yang memudahkan atlet dari luar Uni Eropa untuk bekerja dan menetap di Jerman, saat ini profesi atlet e-sports masih belum dianggap sebanding dengan atlet lain secara tradisional. Keadaan ini membuat para pemain di negara tersebut tidak dapat memperoleh keuntungan dalam pembayaran pajak yang dinikmati oleh atlet-atlet tradisional lain yang merasakannya.

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.